Konselor Anda

Oktastika Badai Nirmala, S.Psi, CHt, CT.SA
Terapi Pikiran Bahagia

Kenapa Anda Butuh Konsultasi Terapi Pikiran Bahagia??

Apakah Anda sering merasa gelisah, seakan-akan punya beban berat? Sering pusing tanpa sebab yang jelas? Gangguan lambung akibat stress? Selalu mengalami kegagalan pada hal yang sama? Kehilangan semangat hidup? Atau kondisi ketidak bahagiaan yang lainnya? Jika Anda mengalami kondisi-kondisi tersebut, bisa jadi Anda sedang memiliki masalah dengan alur pikiran Anda. File-file pikiran BAHAGIA sulit terakses, atau mungkin terselip diantara beban kehidupan yang menerpa Anda. Maka inilah saatnya Anda ngobrol dengan konselor kami. Dimana dalam obrolan tersebut, pikiran Anda akan ditata ulang. Menselaraskan cara berpikir

Biaya Konsultasi On-Line

Rp 500K per jam. Konsultasi dilakukan melalui Zoom, Google Meet, atau Video Call WhatsApp. Dengan jadwal sesuai kesepakatan. Durasi dan biaya bisa diperkirakan ketika melakukan appointment.

Appointment Konsultasi

Biaya Konsultasi Off-Line

Rp 750K per jam. Pertemuan dilakukan di Kota Surabaya. Lokasi pertemuan secara detil dan jadwal sesuai kesepakatan. Durasi dan biaya bisa diperkirakan ketika melakukan appointment.

Appointment Konsultasi

Konsultasi GRATIS

Konsultasi GRATIS adalah layanan pasca konsultasi on-line ataupun off-line. Layanan ini untuk membantu Anda lebih mantab melakukan perubahan-perubahan dalam kehidupan Anda, seperti yang sudah kita bicarakan dalam konsultasi on-line ataupun off-line. Konsultasi GRATRIS ini dilakukan melalui chating aplikasi WhatsApp.

Appointment Konsultasi
image
image
image
image
Inspirasi Untuk Anda
Memanfaatkan Luka Batin Untuk Mewujudkan Impian

happy sukses bahagia

Setiap orang secara umum pasti ingin mewujudkan kehidupan yang lebih baik daripada sebelumnya. Dalam hal apapun saja. Apakah itu kualitas hubungan keluarga, kondisi keuangan, kesehatan, dan lain sebagainya. Kehidupan yang lebih baik ini disebut dengan impian.

Untuk mewujudkan impian, diperlukan upaya yang keras. Baik berupa strategi kerja/bisnis, memperbaiki pola ibadah, hingga memperbaikinya kondisi kepribadian.

Dari sekian hal yang ada dalam kepribadian. Terdapat salah satu hal yang sering menjadi titik perhatian untuk diperbaiki. Konon jika hal ini tidak secepatnya dibereskan. Maka akan menghambat terwujudnya impian. Hal ini adalah luka batin.

Namanya saja luka, pasti ada rasa sakit ketika terkuak. Rasa pedih yang tertoreh oleh peristiwa di masa lalu. Sebuah memori yang enggan untuk dikenang. Sakitnya tu disini, didalam hati.

Konon luka batin ini, bisa menghambat pencapaian impian. Menjelma menjadi mental block. Sehingga menjadi believe system negatif, yang membuat Anda selalu gagal dalam mewujudkan impian.

Namun ketika diperhatikan lebih lanjut. Ternyata tidak semua luka batin pasti menghambat dalam upaya mewujudkan impian. Belum tentu luka batin akan menimbulkan mental block yang menghambat perwujudan impian. Terdapat kondisi-kondisi tertentu yang justru gara-gara punya luka batin, malah bisa mewujudkan impian.

Misalnya luka batin berkaitan dengan kemiskinan. Dulu saat kecil, kondisi orang tua miskin. Anda ingin memiliki suatu mainan, atau fashion, namun tidak bisa mewujudkan. Gara-gara orang tua saat itu tidak punya uang untuk memenuhi keinginan Anda. Jangankan untuk beli mainan, untuk makan sehari-hari saja susah.

Kondisi tersebut bisa juga membuat Anda semakin dewasa, terdorong untuk bekerja dengan sangat keras dan cerdas. Sehingga membuat Anda memiliki uang yang cukup untuk memiliki apapun keinginan Anda.

Dulu menderita tidak punya uang, sekarang bisa kaya dan punya banyak uang. Dulu terlunta-lunta diusir dari satu tempat kost ke tempat kost lain, sekarang punya aset properti dimana-mana. Dan lain sebagainya.

Fenomenanya memang demikian. Coba perhatikan orang-orang sukses di sekitar Anda. Orang-orang yang telah berhasil mewujudkan impiannya. Diantara mereka pasti ada yang menjadi sukses gara-gara punya luka batin. Sehingga mereka kapok miskin, kapok direndahkan, kapok dihina, dan lain sebagainya.

Meskipun demikian, tidak semua orang yang memiliki luka batin pasti bisa mewujudkan impiannya. Sebagian malah nyungsep dan terjerembab dalam rawa kegagalan. Seakan mereka mengamini bahwa hidup itu memang sengsara. Sehingga mereka melakukan rasionalisasi, menemukan seribu alasan untuk tetap hidup terpuruk.

Semuanya adalah pilihan. Anda punya kuasa untuk memilih untuk menjadikan luka batin sebagai cambukan, atau malah menikmatinya. Luka batin yang sama, bisa Anda memberikan makna secara berbeda. Hasilnya akan mengantarkan Anda pada kesuksesan atau keterpurukan, tergantung bagaimana Anda memaknainya.

Jika Anda mengalami kegalauan untuk menyembuhkan luka batin, atau sedang bingung mencari perspektif untuk menjadikan luka batin sebagai pendorong kesuksesan Anda. Silahkan |KLIK DISINI|

5 Luka Batin Masa Kecil Yang Bisa Menghalangi Kebahagiaan Saat Dewasa

luka batin masa kecil

Luka batin masa kecil bisa saja dimiliki oleh setiap orang dengan latar belakang apapun saja. Berbagai peristiwa atau kondisi kehidupan di masa lalu, khususnya di masa kecil, bisa menjadi penyebab terjadinya luka batin. Luka batin yang dimaksud adalah peristiwa atau kondisi kehidupan masa kecil, yang dimaknai buruk oleh anak. Sehingga terbentuklah memori buruk, atau pengalaman buruk tentang sesuatu.

Sebagian orang menyadari jika dirinya memiliki luka batin masa kecil. Sebagian yang lain tidak menyadarinya. Meski demikian, disadari atau tidak, namanya juga luka, pasti menimbulkan ketimpangan ketika menjalani kehidupan.

Banyak sekali bentuk luka batin masa kecil bisa terjadi. Termasuk ketika masih dalam kandungan. Setidaknya sejak usia empat bulan dalam kandungan, janin sudah bisa merekam perasaan ibunya. Dan jika perasaan sang ibu lebih banyak perasaan jelek, maka hal ini bisa juga menjadi luka batin anak.

Luka batin masa kecil belum tentu berdampak buruk. Banyak kasus orang-orang yang sukses dalam kehidupannya, termotivasi oleh luka batin masa kecilnya. Meski demikian, terdapat beberapa lukabatin yang bisa menyumbat kebahagiaan dan mempengaruhi kesuksesan ketika dewasa. Meskipun hal ini tidak mutlak, namun banyak kejadian nyata yang membuktikannya.

Diantara luka batin itu adalah disebabkan oleh:

  1. Ibu mengandung namun belum siap punya anak
    Ketika seorang ibu belum siap memiliki anak. Bisa saja dalam batinnya terjadi penolakan terhadap anak yang sudah dikandungnya. Hal ini membuat memori anak merekam dan memaknai bahwa dirinya ditolak di kehidupan ini. Memori ini membuat anak kelak memiliki kepribadian yang cenderung suka mencari perhatian. Bisa saja bisnis dan pekerjaannya sukses di masa depan. Karena dia pandai mencuri perhatian orang-orang penting dengan prestasi yang dibuatnya. Namun segala kesuksesan yang dia dapatkan sulit membuanya puas. Sebagian orang malah masih merasa miskin, padahal hidupnya sudah kaya raya. Atau selalu merasa sendiri dan kesepian, meskipun dia memiliki pasangan dan staff yang selalu mendukungnya.
  2. Keluarga Miskin
    Kondisi miskin membuat seseorang dipaksa untuk super selektif dalam mengambil keputusan. Tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun. Karena jika salah, maka tidak ada dana untuk membenahinya. Disamping itu kondisi miskin sering membuat seseorang selalu merasa kurang dan tidak punya. Sehingga ketika berhasil memiliki sesuatu, cenderung untuk disimpan rapat-rapat, jangan sampai jatuh pada tangan orang lain.

    Memang kondisi miskin tersebut tidak selalu menghasilkan ketidak bahagiaan dan kegagalan dalam hidup. Namun banyak juga fenomena orang yang di masa kecilnya dilanda kemiskinan, saat dewasa bisa menjadi sukses dan kaya. Namun cenderung pelit (super selektif), selalu merasa kurang (sulit untuk merasa cukup), dan sulit menikmati dan mensyukuri kekayaannya.

  3. Orang tua sering bertengkar
    Ketika anak sering menyaksikan orang tuanya bertengkar. Sehingga selalu terjadi suasana mencekam di rumah. Maka otomatis anak merekam suasana-suasana mencekam ini dalam memorinya. Secara spontan anak akan menyimpulkan bahwa yang namanya hidup itu ya mencekam. Yang namanya hubungan rumah tangan ya harus bertengkar.

    Tanpa disadari anak akan menerapkannya hingga dewasa. Sehingga bisa saja dia selalu terlibat masalah. Karena hidup harus mencekam. Bisa juga dia berumah tangga dan sering bertengkar dengan pasangannya. Karena memang seperti itulah yang terekam dalam pikiran bawah sadarnya.

    Berkaitan dengan ketidak harmonisan pernikahan orang tua, bisa juga membuat anak menjadi suka pada sesama jenis. Karena anak gagal belajar tentang peran dan karakter laki-laki dari ayahnya, dan karakter perempuan dari ibunya.

  4. Sering dimarahi
    Orang tua memarahi anak kecil bisa disebabkan oleh beberapa alasan. Memang anak dianggap melakukan kesalahan, atau memang orang tuanya yang pemarah. Apapun kondisinya, sering memarahi anak, akan berdampak pada kehidupan masa depannya.

    Anak yang sering dimarahi bisa menjadi orang yang selalu mengejar kesempurnaan, takut berbuat salah, sulit merasa senang dan sulit untuk mengambil keputusan. Biasanya dia juga selalu tegang dan mudah baper.

  5. Orang tua wafat
    Kematian memang di tangan Tuhan. Dan hal ini adalah alami. Setiap yang hidup suatu saat pasti mati. Maka ketika anak ditinggal wafat orang tuanya, baik salah satu atau keduanya, anak akan kehilangan figur untuk belajar kehidupan. Karena anak belajar tentang kelembutan dan cinta kasih dari ibu, belajar tentang tangguh dan berpetualang dari ayah. Kehilangan figur belajar, ibarat ada pelajaran kehidupan yang belum dipelajari. Maka anak akan mengalami ketimpangan dalam menjalani kehidupannya di masa dewasa. Kecuali saat orang tua wafat, ada orang yang mengasuhnya dan bisa menjadi figur pengganti, untuk anak belajar kehidupan.

Lima luka batin beserta dampaknya tersebut bukanlah hal yang mutlak terjadi dalam kehidupan. Banyak faktor-faktor lain yang juga menyertainya. Namun setidaknya lima hal diatas bisa menjadi gambaran bahwa luka batin masa kecil sangat berpengaruh pada kehidupan saat dewasa.

Jika Anda mengalami kegagalan atau masalah pribadi yang seakan terjadi dengan pola tertentu, ataupun Anda menyadari memiliki luka batin di masa kecil, dan menyumbat kebahagiaan hingga mengganggu kesuksesan Anda saat ini. Cepat lakukan konsultasi dengan ahlinya. Lakukan appointment untuk konsultasi TERAPI PIKIRAN BAHAGIA dengan cara |KLIK DISINI|

3 Langkah Untuk Melepaskan Beban Batin Yang Harus Anda Tahu

terapi pikiran bahagia

Setiap orang ingin memiliki kehidupan yang ringan dan lapang. Bebas dari tekanan atau keruwetan. Apapun tantangan yang hadir dalam kehidupan, baik masalah keuangan, pasangan, keluarga, pekerjaan, dan lain sebagainya, bisa diatasi dengan baik. Membuat hidup selalu bahagia dan luar biasa.

Meski demikian indah harapannya, namun pada kenyataannya banyak orang yang malah terjebak dalam beban hidup. Banyak pikiran dan perasaan yang mengganjal dalam batinnya. Dimanapun dia berada, apapun yang dia kerjakan, selalu merasa ada yang kurang. Sebagian orang bisa mengenali hal-hal yang membebani batinnya, namun sebagian tidak tahu apa yang membuat kehidupannya kian berat.

Berangkat dari pengalaman kami menangani ratusan klien konsultasi. Banyak orang punya beban hidup yang luar biasa berat. Sehingga membuatnya hampir sulit berjalan. Saking beratnya beban hidup yang harus ditanggungnya. Padahal setelah kami gali dalam sesei konsultasi. Banyak sekali beban hidup yang seharusnya tidak perlu ditanggung. Ada kondisi-kondisi yang membuat mereka meyakini bahwa harus menanggung beban-beban tersebut.

Untuk melepaskan beban-beban batin tersebut. Sehingga kehidupan Anda menjadi semakin ringan dan bahagia. Berikut ini kami bagikan pada Anda, 3 langkah yang bisa Anda lakukan untuk melepaskan beban batin. Sehingga hidup Anda menjadi lebih ringan. Serta Anda menjadi semakin peka pada rasa bahagia.

  1. Menentukan tujuan hidup
    Hidup ibarat perjalanan. Maka seyognya sebelum melakukan perjalanan, maka harus menentukan tujuannya dulu. Ini peraturan wajib bagi para traveller. Menentukan tujuan dulu, baru kemudian menyusun rute dan alat transportasinya. Jika sampai terbalik. Asal jalan saja dulu, baru kemudian menentukan tujuan. Maka perjalannya pun tidak akan terarah. Sehingga rawan konflik dan rawan terjadi pergumulan batin. Hukumnya adalah, jika tujuannya jelas, maka perjalanannya pun juga jelas.

    Meskipun terlihat sepele. Dimana setiap orang pasti tahu pentingnya tujuan dalam sebuah perjalanan. Namun pada kenyataanya banyak orang yang mengabaikan, atau bahkan lupa untuk menentukan tujuan hidup. Atau jikalaupun sudah punya tujuan, masih terlalu luas cakupannya, atau bahkan masih kabur. Sekali lagi saya ingatkan hukumnya, jika tujuannya jelas, maka perjalanannya pun juga jelas. Sebalilknya jika tujuannya tidak jelas, maka perjalannya pun tidak jelas arahnya.

    Jelas atau tidaknya tujuan perjalanan Anda, menentukan seberapa banyak barang yang harus Anda bawa. Semakin jelas tujuan Anda, maka Anda bisa lebih mudah menentukan mana barang-barang yang perlu dibawa, dan mana yang tidak. Hal yang sama juga terjadi jika Anda melakukan perjalanan hidup.

    Tujuan hidup yang harus Anda tentukan adalah “Suatu saat nanti, Anda ingin punya apa”. Bukan “jadi apa”. “Punya apa” yang dimaksud disini adalah benda atau kondisi hidup. Syaratnya adalah tujuan hidup itu harus bisa dibayangkan, bisa dirasakan, dan bisa dikatakan. Jika tujuan hidup Anda tidak mengandung hal-hal tersebut, maka bisa dianggap bahwa tujuan hidup Anda belum jelas.

  2. Memilah mana yang penting
    Setelah Anda memiliki tujuan hidup yang jelas. Pada langkah kedua ini Anda perlu memiliah mana yang penting, dan mana yang tidak. Seperti halnya melakukan perjalanan, jika Anda sudah menentukan tujuan yang jelas, kemudian Anda bisa memilah barang-barang apa saja yang perlu untuk dibawa, dan mana yang tidak perlu dibawa.

    Misalnya Anda menentukan tujuan untuk pergi ke kantor. Maka Anda akan membawa tas, berkas-berkas kerja, dompet, laptop, dan smartphone. Itu adalah barang-barang yang penting untuk Anda bawa ke kantor. Sedangkan kulkas, spring bed, dispenser, kompor, dan lain sebagainya Anda tinggalkan di rumah. Karena barang-barang tersebut tidak penting untuk dibawa ke kantor. Bayangkan jika tujuan Anda tidak jelas. Antara ke kantor atau pindah rumah. Bisa jadi semua barang Anda bawa kemana-mana. Maka beratlah perjalanan Anda.

    Sama juga dengan kehidupan. Jika tujuan hidup Anda jelas. Maka Anda bisa memilih untuk hanya berpikir, merasakan, dan melakukan hal-hal yang mengantarkan pada tujuan saja. Segala pikiran, perasaan, dan perilaku yang tidak berhubungan dengan tujuan, bisa Anda abaikan.

  3. Komitmen pada diri sendiri
    Langkah ketiga adalah membuat komitmen dengan diri Anda sendiri. Anda berjanji pada diri Anda sendiri untuk fokus pada tujuan hidup Anda, serta membiasakan diri untuk hanya berpikir, merasakan, dan melakukan hal-hal yang mengantarkan pada perwujudan impian saja. Selebihnya abaikan.

    Anda juga oleh menentukan hukuman jika Anda melanggar komitmen Anda. Misalnya : “Jika saya gagal fokus, maka kehidupan saya kedepan akan menjadi gelandangan”. Jadi ketika Anda tergoda untuk gagal fokus pada impian, maka diri Anda sendiri akan mengingatkan Anda, untuk kembali fokus. Kecuali Anda memang berniat menjadi gelandangan.

Demikianlah 3 langkah untuk melepaskan beban batin yang harus Anda tahu. Jika Anda membutuhkan bantuan untuk menggali diri Anda dalam rangka melepaskan beban hidup, silahkan hubungi kami dengan cara |KLIK DISINI|